Januari 11, 2009
· Disimpan dalam Bening Hati, Manhaj, Nasehat
Oleh : Shalih bin Muhammad Al-Wunaiyyan
MUKADDIMAH
Segala puji hanyalah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. Kami se-nantiasa memuji-Nya, memohon pertolongan serta meminta ampunan kepada-Nya. Kami memohon perlindungan kepada-Nya dari kejahatan yang dibisikkan oleh jiwa-jiwa kami, serta dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah berikan hidayah, niscaya tiada satu orang pun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, niscaya tiada seorang pun yang dapat memberinya hidayah.
Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang ber-hak diibadahi dengan benar selain Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, tiada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah atas junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, atas segenap keluarga serta seluruh sahabat beliau. Amma ba’du,
Wahai pembaca yang mulia, sebelumnya kami ucapkan: Salamun ‘Alaikum wa Rahmatullahi wa Bara-kaatuhu, Baca entri selengkapnya »
Januari 11, 2009
· Disimpan dalam Aqidah, Manhaj, Nasehat
Oleh : Dr.Fadhl Ilahi
MUKADIMAH
Sesungguhnya segala puji adalah milik Allah. Kita memuji, memohon pertolongan dan meminta ampunanNya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan dan keburukan amal perbuatan kita. Siapa yang ditunjuki Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada yang dapat menunjukinya. Aku ber-saksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. semoga shalawat, salam dan keberkahan dilimpahkan kepada beliau, keluarga, sahabat dan segenap orang yang mengikutinya. Amma ba’-du. Baca entri selengkapnya »
Mei 27, 2008
· Disimpan dalam Aqidah, Hikmah Dibalik Kisah, Manhaj, Nasehat · Tagged aqidah dan manhaj
Dalam perang Hudaibiyah kaum muslimin datang dengan penuh kerinduan ke Baitullah. Tetapi mereka bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dihalang-halangi oleh kaum musyrikin dari melaksanakan niat mereka itu. Sehingga ada unek-unek dalam hati para sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Maka Umar radiyallahu’anhu menemui Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam seraya bertanya, “Bukankah engkau benar-benar Nabi Allah Subhanahu wa Ta’ala?” Nabi Shallallahu’alaihi wasallam menjawab: “Benar”. Ia bertanya, “Bukankah kita berada di atas kebenaran dan musuh kita di atas kebatilan?” Beliau menjawab, “Benar”. Ia berkata: “Kalau begitu kenapa kita memberikan kehinaan kepada agama kita?” Baca entri selengkapnya »
Februari 16, 2008
· Disimpan dalam Nasehat
ETIKA BERCANDA
Hendaknya percandaan tidak mengandung nama Allah, ayat-ayat-Nya, Sunnah rasul-Nya atau syi`ar-syi`ar Islam. Karena Allah telah berfirman tentang orang-orang yang memperolok-olokan shahabat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam , yang ahli baca al-Qur`an yang artimya:
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab: “Sesungguh-nya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman”. (At-Taubah: 65-66) Baca entri selengkapnya »
September 10, 2007
· Disimpan dalam Nasehat, serba-serbi dunia
Tuhan 9 Centi
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok..
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok..
Di sawah petani merokok..
di pabrik pekerja merokok..
di kantor pegawai merokok..
di kabinet menteri merokok..
di reses parlemen anggota DPR merokok..
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok..
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok..
di perkebunan pemetik buah kopi merokok..
di perahu, nelayan penjaring ikan merokok..
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok..
di pekuburan sebelum masuk kubur merokok..
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok..
Tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok…….. Baca entri selengkapnya »
September 9, 2007
· Disimpan dalam Nasehat, Rumahku Surgaku
Masa Hidup Di Dunia Sesungguhnya Masa Yang Sangat Singkat
Oleh : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah
Masa hidup rata-rata manusia 60 – 80 tahun terlihat sangat panjang bagi yang tidak memahami akhirat. Padahal di akhirat hidup adalah abadi, entah itu di surga atau di neraka, artinya tidak sekedar 500 atau seribu tahun atau sejuta tahun, tapi lebih dari itu yang berarti bermilyar-milyar tahun atau penafsiran umumnya dikatakan sebagai abadi (kekal). Bahkan sebelum Allah Subhanahu wa Ta’ala menentukan kita masuk surga atau neraka, kitapun masih harus mengikuti ’masa menunggu’ di alam kubur selama ratusan hingga ribuan tahun; tergantung iman, amal dan ibadah kita di dunia. Kemudian masih ada ribuan tahun lagi ’masa menunggu’ di Padang Mahsyar, ratusan hingga ribuan tahun lagi ’masa menunggu’ di proses pengadilan akhirat. Dan seterusnya, sehingga 60 – 80 tahun di dunia sesungguhnya adalah waktu yang sangat singkat. Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam menggambarkan masa kehidupan di dunia ibarat orang yang sedang singgah sejenak dalam suatu perjalanan yang sangat jauh. Baca entri selengkapnya »
September 9, 2007
· Disimpan dalam Nasehat
Malam Pertama
Satu hal sebagai bahan renungan kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiyah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa
Justeru malam pertama ‘perkawinan’ kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
Mandipun…harus dimandikan Baca entri selengkapnya »
September 9, 2007
· Disimpan dalam Hikmah Dibalik Kisah, Nasehat
Pernahkah kita bayangkan diri kita berada di atas ranjang kematian, apakah yang dapat kita lakukan waktu itu ? Suatu pertanyaan yang mesti dijawab oleh semua manusia yang masih hidup. Bagaimanakah keadaan detik-detik terakhir dari nafas kita yang akan berlalu itu? Apakah kita termasuk orang yang suka untuk bertemu Allah, ataukah sebaliknya seperti hamba yang melarikan diri dan takut bertemu tuannya karena kesalahan yang dilakukannya?
Belajar dari akhir kehidupan para salaf adalah amat penting bagi kita, karena mereka adalah orang-orang terkemuka dari umat ini, para pemimpin dan ulama kaum muslimin. Sungguh mereka sangat takut kalau kembali kepada Allah dalam keadaan membawa dosa dan kemaksiatan. Baca entri selengkapnya »