Arsip untuk Manhaj

PANAH-PANAH SYAITHAN

Oleh : Shalih bin Muhammad Al-Wunaiyyan

MUKADDIMAH

Segala puji hanyalah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. Kami se-nantiasa memuji-Nya, memohon pertolongan serta meminta ampunan kepada-Nya. Kami memohon perlindungan kepada-Nya dari kejahatan yang dibisikkan oleh jiwa-jiwa kami, serta dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah berikan hidayah, niscaya tiada satu orang pun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, niscaya tiada seorang pun yang dapat memberinya hidayah.

Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang ber-hak diibadahi dengan benar selain Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, tiada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah atas junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, atas segenap keluarga serta seluruh sahabat beliau. Amma ba’du,

Wahai pembaca yang mulia, sebelumnya kami ucapkan: Salamun ‘Alaikum wa Rahmatullahi wa Bara-kaatuhu, Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

KUNCI-KUNCI RIZKI MENURUT AL-QUR’AN & AS-SUNNAH

Oleh : Dr.Fadhl Ilahi

MUKADIMAH

Sesungguhnya segala puji adalah milik Allah. Kita memuji, memohon pertolongan dan meminta ampunanNya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan dan keburukan amal perbuatan kita. Siapa yang ditunjuki Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada yang dapat menunjukinya. Aku ber-saksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. semoga shalawat, salam dan keberkahan dilimpahkan kepada beliau, keluarga, sahabat dan segenap orang yang mengikutinya. Amma ba’-du. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Permisalan Hidup di Dunia

Permisalan Hidup di Dunia

Seorang mukmin hidup di dunia ibaratnya seperti orang asing atau musafir. Suatu permisalan yang penuh makna dan pesan yang agung. Hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang selayaknya dijadikan pelajaran dan diterapkan oleh seorang mukmin dalam kehidupannya di dunia.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ. وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ: إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku lalu bersabda, “Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir (orang yang bepergian).” Lalu Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu menyatakan, “Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Bukhariy no.6416) Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Kemiskinan yang Kalian Takutkan?

Kebanyakan manusia takut terjatuh ke dalam kemiskinan. Mereka berusaha dengan berbagai cara untuk menghindarinya. Mereka begitu sedih dan berduka cita ketika mengalami kekurangan harta. Bahkan sampai-sampai di antara mereka ada yang menukar agamanya hanya untuk mendapatkan sebagian harta benda duniawi. Seperti datang ke dukun, paranormal dan yang sejenisnya untuk meminta jimat, jampi-jampi dan sejenisnya kepada mereka. Atau memelihara/meminta bantuan makhluk halus (baca:jin) dalam rangka mendapat kekayaan. Dengan ini mereka telah menjual aqidah dan agamanya dengan kesenangan duniawi yang rendah dan sesaat. Nas`alullaahas salaamah wal ‘aafiyah.

Benarkah kemiskinan yang perlu kita takutkan? Benarkah kemiskinan yang dikhawatirkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atas ummatnya? Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Anggaplah Besar Dosamu

Anggaplah Besar Dosamu

Dalam perang Hudaibiyah kaum muslimin datang dengan penuh kerinduan ke Baitullah. Tetapi mereka bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dihalang-halangi oleh kaum musyrikin dari melaksanakan niat mereka itu. Sehingga ada unek-unek dalam hati para sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Maka Umar radiyallahu’anhu menemui Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam seraya bertanya, “Bukankah engkau benar-benar Nabi Allah Subhanahu wa Ta’ala?” Nabi Shallallahu’alaihi wasallam menjawab: “Benar”. Ia bertanya, “Bukankah kita berada di atas kebenaran dan musuh kita di atas kebatilan?” Beliau menjawab, “Benar”. Ia berkata: “Kalau begitu kenapa kita memberikan kehinaan kepada agama kita?” Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

WASIAT RASULULLAH KEPADA ABU DARDA’

WASIAT RASULULLAH KEPADA ABU DARDA’

(Bagian Pertama)

Dari Abu Darda’ radhiyaallahu’anhu. ia berkata: Rasulullah shalallaahu’alahi wasalam. bersabda kepadaku dengan sembilan perkara: (1) Janganlah engkau menyekutukan Allah dengan sesuatu, meskipun engkau dipotong atau dibakar (2) Janganlah sekali-kali engkau meninggalkan shalat wajib yang lima waktu dengan sengaja, karena barangsiapa yang meninggalkan shalat secara sengaja akan lepas dari jaminan Allah…

(HR.Bukhari, Ahmad 5/238, Ibnu Majah no.4034, Thabrani)

Wasiat ini merupakan wasiat yang agung sebagai rahmat untuk sekalian alam yang menunjukkan sayangnya Rasulullah shalallaahu’alahi wasalam terhadap umatnya. Wasiat ini meskipun untuk Abu Darda’ akan tetapi pada hakekatnya untuk seluruh kaum muslimin. Karena Rasulullah shalallaahu’alahi wasalam diutus untuk seluruh manusia, sebagaimana firman Allah ta’aala:

Dan tidaklah Kami utus engkau, melainkan sebagai rahmat untuk sekalian alam.” (Al-Anbiya’:107). Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

“Manusia itu diberi pilihan dan dimudahkan.”

Al-lajnah Ad-Daai’mah dalam fatwa no. 4513 tertanggal 4/11/1401H, berkata:

“Manusia itu diberi pilihan dan dimudahkan.”

- Adapun keadaan manusia diberi pilihan, karena ALLAH Ta’ala telah memberinya akal, pendengaran, penglihatan dan kehendak yang dengannya ia akan mengetahui yang baik dari yang jelek dan yang bermanfaat dari yang bermudharat. Manusia akan memilih yang sesuai baginya. Sehingga dengan itu pula terkait beban syariat berupa perintah dan larangan. Dia berhak mendapat balasan (pahala-pen) karena menta’ati ALLAH dan Rasul-Nya dan berhak disiksa karena bermaksiat kepada ALLAH dan Rasul-Nya. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Lihatlah kepada Orang yang Lebih Rendah dari Kalian !

Ustadz Abdul Mu’thi Al-Maidani

Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah dalam Kitab Al-Jami’, Bab Adab dari Bulughul Maram :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kalian dan janganlah kalian melihat kepada orang yang lebih tinggi dari kalian, karena yang demikian itu lebih pantas agar kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah Ta’ala yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (Muttafaq ‘alaih) Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Kekayaan dan Kemiskinan Hakiki

Penulis : Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Jabbar

Harta benda merupakan bagian dari rizki yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala atas setiap hamba. Sebagian dilebihkan atas sebagian yang lain. Sehingga muncullah sebutan kaya dan miskin. Akan tetapi, siapakah sebenarnya orang yang disebut kaya atau miskin? Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

SANGGUPKAH AKU MENJAWABNYA?

Sungguh, saat itu akan datang sebagaimana telah sering aku saksikan ia mendatangi orang lain, teman-temanku, tetanggaku, bahkan orang tua atau kerabatku. Sungguh, saat itu tak mungkin kuduga sebagaimana juga mereka tak pernah menduga didatangi oleh nya. Sungguh dia akan menjemput aku pergi ke tempat yang tak mampu aku bayangkan, tempat yang tak pernah kembali lagi mereka yang pergi ke sana, tempat yang di sana aku akan dihadapkan dengan pertanyaan. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »