Arsip untuk Indahnya Cinta

Berilah kepastian, Ditolak atau diteri …….!!!

Fenomena yang sering terjadi dikalangan ikhwan dan akhwat yang sedang mempersiapkan diri ke gerbang pernikahan biasanya akan melalui “fase ta’aruf”. Suatu usaha atau ikhtiar untuk mengetahui hakikat calon pasangan kita. Bagaimana sifat dan karakternya, keluarganya, gaya hidupnya, dan seabreg-abreg “rahasia si dia” yang ingin kita ketahui dengan detail dalam ta’aruf adalah di bolehkan dalam islam. Agar mantap sebelum terjadi pinangan/lamaran. Sayangnya, sering terjadi dari pihak wanita kurang jeli dalam memanfaatkan moment ini, banyak diantara mereka yang melihat beberapa nilai plus dari calonnya langsung mengatakan “iya”, terburu-buru menjatuhkan pilihan. Dengan alasan bahwa lamaran bisa di batalkan atau dengan kata lain mudah dibatalkan maka ketika ditengah perjalanan sering kita temui “korban-korban” berjatuhan, baik dari pihak wanita maupun laki-lakinya. Banyak di pihak lelaki kecewa atau juga mungkin dari pihak laki-laki yang menarik pinangannya sehingga pihak wanita juga kecewa. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Apakah dia Jodohku? Seorang akhwat yang ada di doaku?

Inilah goresan pena dari sang ikhwan (ana) yang mendambakan akhwat sholehah, yang bisa bersama untuk mencintai Mu Ya Robbi dan mencintai Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.

Yaa……Rabbi……..
Aku berdoa untuk seorang akhwat yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain
Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Kutunggu Dikau Dipelaminan

Bismillah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

“Inilah Goresan pena, dari seorang lelaki yang mendambakan wanita yang sholehah.”

Cinta persoalan yang tidak pernah habis menjadi bahan perbincangan. Setiap orang pernah merasakannya, karena memang cinta merupakan anugerah yang telah diberikan-Nya.
Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya “Raudhah Al Muhibbin Wa Nuzhah AlMusytaqim” yang arinya Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu.Mengatakan Bahwa seakan-akan orang yang mencinta itu telah mantap hatinya terhadap orang yang dicintai dan tidak terbetik untuk beralih darinya. Sekalipun cinta sangat bebas dibicarakan, tapi untuk mengekspresikan cinta tetaplah mesti dengan aturan. Cinta bukanlah sebuah ulasan dan ungkapan, tapi cinta merupakan bagian dari kebesaran Allah Ta’ala, kita tinggal menjalaninya sesuai dengan syariat.Cinta bukanlah emas atau berlian yang bisa ditimang-timang kemudian diukur-ukur persentase karatnya.Namun,cinta ialah sebentuk perasaan yang tumbuh dari dalam hati kedua manusia yang tidak tergantikan.Hak seseorang untuk mencintai atau tidak mencintai, karena cinta bukanlah sesuatu yang dipaksakan. Tak jadi soal cinta tumbuh di awal,ditengah,bahkan dibelakang hari.

Sejatinya, keberadaan cinta semata-mata murni ditujukan untuk ibadah, dan berharap ganjaran dari-Nya. Cinta itu anugerah,kita tak pernah tahu, kepada siapa nantinya kita akan pautkan hati,dan mengatakan,”Aku jatuh Cinta”. Baca entri selengkapnya »

Komentar (3) »