Arsip untuk Hikmah Dibalik Kisah

Anggaplah Besar Dosamu

Anggaplah Besar Dosamu

Dalam perang Hudaibiyah kaum muslimin datang dengan penuh kerinduan ke Baitullah. Tetapi mereka bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dihalang-halangi oleh kaum musyrikin dari melaksanakan niat mereka itu. Sehingga ada unek-unek dalam hati para sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Maka Umar radiyallahu’anhu menemui Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam seraya bertanya, “Bukankah engkau benar-benar Nabi Allah Subhanahu wa Ta’ala?” Nabi Shallallahu’alaihi wasallam menjawab: “Benar”. Ia bertanya, “Bukankah kita berada di atas kebenaran dan musuh kita di atas kebatilan?” Beliau menjawab, “Benar”. Ia berkata: “Kalau begitu kenapa kita memberikan kehinaan kepada agama kita?” Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Siapa yang tahu maksud Allah?

Rasulullah Shalallahu’alaihiwasalam pada suatu waktu pernah berkisah. Pada zaman sebelum kalian, pernah ada seorang raja yang amat dzalim. Hampir setiap orang pernah merasakan kezalimannya itu. Pada suatu ketika, raja zalim ini tertimpa penyakit yang sangat berat. Maka seluruh tabib yang ada pada kerajaan itu dikumpulkan. Dibawah ancaman pedang, mereka disuruh untuk menyembuhkannya. Namun sayangnya tidak ada satu tabib pun yang mampu menyembuhkannya.

Hingga akhirnya ada seorang Rahib yang mengatakan bahwa penyakit sang raja itu hanya dapat disembuhkan dengan memakan sejenis ikan tertentu, yang sayangnya saat ini bukanlah musimnya ikan itu muncul ke permukaan. Betapa gembiranya raja mendengar kabar ini. Meskipun raja menyadari bahwa saat ini bukanlah musim ikan itu muncul kepermukaan namun disuruhnya juga semua orang untuk mencari ikan itu. Aneh bin ajaib walaupun belum musimnya, ternyata ikan itu sangatlah mudah ditemukan. Sehingga akhirnya sembuhlah raja itu dari penyakitnya. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Jeritan Wanita

 

Jeritan Wanita

 Inilah sebuah kisah ketika suatu teriakan seorang muslimah mampu membangkitkan ghirah sepasukan tentara muslim untuk mengembalikannya pada posisi dan kehormatan semula.Diriwayatkan oleh Ibnu Hisyam tentang peristiwa ini, bahwa seorang wanita Arab pergi ke bani Qainuqa’ dengan membawa sebuah barang yang hendak di jual di pasar itu. Kemudian ia duduk di sana, di sebelah tukang sepuh. Mereka mengingingkan darinya agar dia mau membuka wajahnya dan ia menolak. Seketika si tukang sepuh langsung mengikatkan ujung pakaian wanita muslimah tadi dengan punggungnya. Sehingga ketika si wanita muslimah berdiri, terbukalah auratnya. Mereka pun tertawa girang dan menjeritlah wanita itu. Mengetahui hal ini dengan cepat seorang muslim mendekat dan membunuh tukang sepuh itu (rupanya dia seorang Yahudi). Adegan berikutnya, teman-teman si Yahudi balas mengeroyok dan membunuh si pemuda muslim. Maka bangkitlah emosi kaum muslimin dan terjadilah ketegangan yang menyulut peperangan dengan bani Qainuqa’ (Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam 2/47).Rasulullah menyiapkan pasukan untuk memberi pelajar kepada mereka dan berakhir dengan pengusiran bani Qainuqa dari Madinah. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Secawan Air

Secawan Air

 

Khalifah Harun Ar Rasyid terkenal dengan kebijakan dan kerendahan hatinya. Ia tidak hanya adil terhadap kawan, tapi juga bijak kepada lawan. Dalam berbagai urusan pemerintahan dan kemasyarakatan, ia selalu bertanya kepada ahlinya. Selain dekat dengan bawahannya, ia juga akrab dengan ulama. Tak jarang ia minta nasehat kepada mereka. Bukan sebagai pemimpin negara, melainkan sebagai murid.Pada suatu hari ia bertanya pada salah seorang ulama yang sudah diangkatnya menjadi penasehat, “Wahai guru, sudah banyak saran yang saya terima, telah banyak peringatan yang saya dengar. Namun saya belum dapat sedikit pun nasehat dari anda. Rasanya, saya belum puas kalau belum diberi nasehat,” ujar Harun Ar Rasyid. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Seorang Pemuda & Kyai

Seorang Pemuda & Kyai

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ke tanah air. Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, kiai atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda : Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda
Pemuda : Anda yakin? Sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Belajar dari Kematian

Pernahkah kita bayangkan diri kita berada di atas ranjang kematian, apakah yang dapat kita lakukan waktu itu ? Suatu pertanyaan yang mesti dijawab oleh semua manusia yang masih hidup. Bagaimanakah keadaan detik-detik terakhir dari nafas kita yang akan berlalu itu? Apakah kita termasuk orang yang suka untuk bertemu Allah, ataukah sebaliknya seperti hamba yang melarikan diri dan takut bertemu tuannya karena kesalahan yang dilakukannya?

Belajar dari akhir kehidupan para salaf adalah amat penting bagi kita, karena mereka adalah orang-orang terkemuka dari umat ini, para pemimpin dan ulama kaum muslimin. Sungguh mereka sangat takut kalau kembali kepada Allah dalam keadaan membawa dosa dan kemaksiatan. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Pertarungan Seorang Lelaki Dengan Iblis

Sepasang Suami isteri awalnya hidup tenteram dan mereka taat kepada perintah Tuhan, meskipun melarat. Segala yang dilarang Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala dihindari, dan ibadah mereka tekun sekali. Si Suami adalah seorang yang alim yang taqwa dan tawakkal. Tetapi sudah beberapa lama isterinya mengeluh terhadap kemiskinan yang tiada habis-habisnya itu. Ia memaksa suaminya agar mencari jalan keluar. Ia membayangkan alangkah senangnya hidup jika segala-galanya serba cukup. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Tanda Kebesaran Allah – Siksa Kubur -

Sign of Allah: Torture in a tomb Tanda Kebesaran Allah tentang Siksa Kubur, di mana mayit baru 3 jam dikubur kemudian digali kembali untuk otopsi. Lokasi kejadian di Negara Oman, Timur Tengah.

On this photo a 18-year old young man who died in one of hospitals of Oman ~~ Di photo ini adalah seorang pemuda berusia 18 tahun yang meninggal di salah satu rumah sakit di Oman. The corpse of the boy has been dug out from a tomb in 3 hours after his funeral under the insisting of his father ~~ Mayat pemuda tersebut digali kembali dari kuburnya setelah 3 jam di makamkan yang di saksikan oleh ayahnya.

The boy died in hospital and has been buried under the Islamic law and on the same day after obligatory ablution of the body ~~ Pemuda tersebut meninggal dirumah sakit dan setelah di mandikan di makamkan secara Islam di hari itu juga. However after funeral the father has doubted of the diagnosis of doctors and wanted to identify the true reason of his death ~~ Tetapi setelah pemakaman ayahnya merasa ragu atas diagnosa dokter dan menginginkan untuk di identifikasi kebenaran penyebab kematianya.

Relatives and his friends shocked when they saw the corpse ~~ Seluruh kerabat dan teman-temannya begitu terkejut saat mereka melihat kondisi mayat. He was completely different within 3 hours ~~ Mayat tersebut begitu berbeda dalam 3 jam. He turned grey as the very old man ~~ Dia berubah tampak ke abu-abuan seperti orang yang sudah tua. With traces of obvious tortures and the most severe beating ~~ Dengan tampak jelas bekas siksaan dan pukulan yang amat keras. And with the broken bones of hands and legs, with the edges broken and pressed into a body ~~ Dan dengan tulang-tulang kaki dan tangan yang hancur begitu juga ujung ujungnya sehingga menekan kebadannya.

All His body and face were full of bruise ~~ Seluruh badan dan mukanya memar. The open eyes-showed hopeless fear and pain ~~ Matanya yang terbuka memerlihatkan ketakutan, kesakitan dan keputusasaan. The blood obviously attributes that the boy has been subjected to the most severe torture ~~ Darah yang begitu jelas menandakan bahwa pemuda tersebut sedang mendapatkan siksaan yang amat berat.

Close relatives of the dead man have addressed to Islamic scientists who have unequivocally declared that it is available results of tomb torture which the Allah ta’ala  and in the Hadis of Prophet Muhammad (shalallahu’alaihi wasalam) have warned ~~ Sebagai penutup dari orang yang meninggal tersebut semuanya di tujukan kepada Ilmu pengetahuan tentang Islam yang mana tidak dapat dipungkiri lagi keterangannya bahwa siksa kubur itu benar adanya seperti yang di peringatkan oleh ALLAH ‘azza wa jalla  dan Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasalam.

Wallahu’alam bishowab.Astaghfirullah.

(Sumber dari milis di YahooGroups ~ Guyon-Yook dan www.suryadhie.wordpress.com).  Jika kisah diatas diketahui ternyata tidak benar atau rekaan belaka mohon untuk kasih tahu keana agar segera kami hapus dari blog ini.

Komentar bertahan »

Jeritan Wanita

Inilah sebuah kisah ketika suatu teriakan seorang muslimah mampu membangkitkan ghirah sepasukan tentara muslim untuk mengembalikannya pada posisi dan kehormatan semula.Diriwayatkan oleh Ibnu Hisyam tentang peristiwa ini, bahwa seorang wanita Arab pergi ke bani Qainuqa’ dengan membawa sebuah barang yang hendak di jual di pasar itu. Kemudian ia duduk di sana, di sebelah tukang sepuh. Mereka mengingingkan darinya agar dia mau membuka wajahnya dan ia menolak. Seketika si tukang sepuh langsung mengikatkan ujung pakaian wanita muslimah tadi dengan punggungnya. Sehingga ketika si wanita muslimah berdiri, terbukalah auratnya. Mereka pun tertawa girang dan menjeritlah wanita itu. Mengetahui hal ini dengan cepat seorang muslim mendekat dan membunuh tukang sepuh itu (rupanya dia seorang Yahudi). Adegan berikutnya, teman-teman si Yahudi balas mengeroyok dan membunuh si pemuda muslim. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Secawan Air

Khalifah Harun Ar Rasyid terkenal dengan kebijakan dan kerendahan hatinya. Ia tidak hanya adil terhadap kawan, tapi juga bijak kepada lawan. Dalam berbagai urusan pemerintahan dan kemasyarakatan, ia selalu bertanya kepada ahlinya. Selain dekat dengan bawahannya, ia juga akrab dengan ulama. Tak jarang ia minta nasehat kepada mereka. Bukan sebagai pemimpin negara, melainkan sebagai murid.Pada suatu hari ia bertanya pada salah seorang ulama yang sudah diangkatnya menjadi penasehat, “Wahai guru, sudah banyak saran yang saya terima, telah banyak peringatan yang saya dengar. Namun saya belum dapat sedikit pun nasehat dari anda. Rasanya, saya belum puas kalau belum diberi nasehat,” ujar Harun Ar Rasyid. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »