Arsip untuk Dunia Pria

Aku Takut Menikah..

Karena Belum Mantap 

Masalah satu ini juga bisa terjadi pada tiap orang pihak pemuda, pihak pemudi, baik yang sudah kerja atau yang belum, baik sudah lulus atau belum. Pertama kali, perlu diselidiki belum mantapnya itu karena apa, karena tak sedikit yang beralasan belum mantap, ketika ditelusuri larinya juga menuju ketiga masalah ”belum” di atas. Namun ada juga yang belum mantap karena memang merasa persiapan dirinya kurang baik ilmu tentang pernikahan, keluarga, dan pernik-pernik di sekitarnya. Orang seperti ini malah tidak memusingkan masalah ketiga ”belum” di atas, karena memang dia merasa belum siap dan belum mampu. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Perihal “Menikahi Wanita Cantik”

Bismillahirrohmanirrohiim

Tulisan ini kami susun dari berbagai sumber, dalam rangka menjawab kegundahan dan harap-harap cemas ana, dalam menanti akhwat yang akan ana jadikan pendamping hidup.Apakah nantinya dalam proses nazhor setelah mendapat berbagai informasi tentang keadaan siakhwat, dengan setelah ana langsung melihat sendiri (nazhor) akhwat tesebut. apa yang harus dipertimbangkan. Kucoba untuk memahami tulisan dibawah ini.

Dalam kitab madzhab Hambali Syarah Muntaha al-Iraadaat (2/621 ) :

ويسن أيضا تَخَيُّرُ الجميلة ، لأنه أسكن لنفسه ، وأغض لبصره ، وأكمل لمودته ؛ ولذلك شرع النظر قبل النكاح

Adalah juga sunnah untuk memilih wanita yang cantik, karena hal tersebut dapat melahirkan rasa ketenangan yang lebih besar dan lebih membantu dia untuk menundukkan pandangan dan cinta yang lebih.Oleh karenanya disyariatkan “Nadzor” sebelum menikah. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Kita Wajib Memperbaiki Diri Kita Sendiri Terlebih Dahulu

Pada suatu kesempatan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimullah pernah ditanya : Apakah penafsiran ayat : “Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu ; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk” [Al-Ma'idah : 105]
Dan bagaimana pendapat Syaikh tentang ini ?

Jawaban beliau -rahimahullah-.
Perkataan kami tentang (ayat) tersebut adalah seperti yang dikatakan Allah Subhanahu wa Ta’ala ; bahwa sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk memperbaiki diri-diri kita, dan agar kita menjaga keshalihan kita, dan jika tersesat siapapun yang tersesat dari kalangan manusia maka hal itu tidaklah mendatangkan mudharat, sebagaimana yang dikatakan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada NabiNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »