Januari 11, 2009
· Disimpan dalam Aqidah
AL-AQIDAH ATH-THAHAWIYAH
Abu Ja’far At-Thahawi
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Al-‘Allamah Hujjatul Islam Abu Ja’far Al-Warraq Ath-Thahawi-di Mesir-berkata: “Inilah penuturan keterangan tentang aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, menurut mahdzab para ahli fiqih Islam: Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit Al-Kufi, Abu Yusuf Ya’qub bin Ibrahim Al-Anshari dan Abu Abdillah Muhammad bin Al-Hasan Asy-Syaibani Ridwanallahu ‘alaihim ajma’in, beserta pokok-pokok keagamaan yang mereka yakini dan mereka gunakan untuk beribadah kepada Allah Rabbil ‘alamin.” ¹ Baca entri selengkapnya »
Januari 11, 2009
· Disimpan dalam Aqidah, Manhaj, Nasehat
Oleh : Dr.Fadhl Ilahi
MUKADIMAH
Sesungguhnya segala puji adalah milik Allah. Kita memuji, memohon pertolongan dan meminta ampunanNya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan dan keburukan amal perbuatan kita. Siapa yang ditunjuki Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada yang dapat menunjukinya. Aku ber-saksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. semoga shalawat, salam dan keberkahan dilimpahkan kepada beliau, keluarga, sahabat dan segenap orang yang mengikutinya. Amma ba’-du. Baca entri selengkapnya »
Januari 11, 2009
· Disimpan dalam Aqidah
قُلْ إِنّما أدْعُو رَبِّي وَ لاَ أُشرِكُ بِهِ أحَدًا
سورة الجِنّ أية 20
Artinya : Katakanlah “ Sesungguhnya Aku hanya menyembah Tuhanku
dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengannya”.
Surat Jin ayat 20
Baca entri selengkapnya »
Juni 12, 2008
· Disimpan dalam Aqidah, Manhaj · Tagged aqidah dan manhaj
Permisalan Hidup di Dunia
Seorang mukmin hidup di dunia ibaratnya seperti orang asing atau musafir. Suatu permisalan yang penuh makna dan pesan yang agung. Hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang selayaknya dijadikan pelajaran dan diterapkan oleh seorang mukmin dalam kehidupannya di dunia.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ. وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ: إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku lalu bersabda, “Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir (orang yang bepergian).” Lalu Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu menyatakan, “Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Bukhariy no.6416) Baca entri selengkapnya »
Juni 12, 2008
· Disimpan dalam Aqidah, Manhaj · Tagged aqidah dan manhaj
Kebanyakan manusia takut terjatuh ke dalam kemiskinan. Mereka berusaha dengan berbagai cara untuk menghindarinya. Mereka begitu sedih dan berduka cita ketika mengalami kekurangan harta. Bahkan sampai-sampai di antara mereka ada yang menukar agamanya hanya untuk mendapatkan sebagian harta benda duniawi. Seperti datang ke dukun, paranormal dan yang sejenisnya untuk meminta jimat, jampi-jampi dan sejenisnya kepada mereka. Atau memelihara/meminta bantuan makhluk halus (baca:jin) dalam rangka mendapat kekayaan. Dengan ini mereka telah menjual aqidah dan agamanya dengan kesenangan duniawi yang rendah dan sesaat. Nas`alullaahas salaamah wal ‘aafiyah.
Benarkah kemiskinan yang perlu kita takutkan? Benarkah kemiskinan yang dikhawatirkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atas ummatnya? Baca entri selengkapnya »
Juni 5, 2008
· Disimpan dalam Aqidah · Tagged aqidah dan manhaj
SYIRIK
Syirik atau menyekutukan Allah adalah sesuatu yang amat diharamkan dan secara mutlak ia merupakan dosa yang paling besar. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abi Bakrah bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa yang paling besar (tiga kali) ? mereka menjawab : ya, wahai Rasulullah ! beliau bersabda : menyekutukan Allah“ (muttafaq ‘alaih, Al Bukhari hadits nomer : 2511)
Setiap dosa kemungkinan diampuni oleh Allah Subhanahu wata’ala, kecuali dosa syirik, ia memerlukan taubat secara khusus, Allah berfirman :
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya (An Nisa : 48) Baca entri selengkapnya »
Juni 2, 2008
· Disimpan dalam Aqidah · Tagged aqidah dan manhaj
BAB 3
MENGAMALKAN TAUHID DENGAN SEBENAR-BENARNYA
DAPAT MENYEBABKAN MASUK SORGA TANPA HISAB
Firman Alloh Subhanahu wa Subhanahu wa Ta’ala :
]إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ [(120) سورة النحل
“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Alloh dan hanif (berpegang teguh pada kebenaran), dan sekali kali ia bukanlah termasuk orang orang yang mempersekutukan (Tuhan)” (QS, An Nahl, 120)
]والذين هم بربهم لا يشركون[
Baca entri selengkapnya »
Mei 27, 2008
· Disimpan dalam Aqidah, Hikmah Dibalik Kisah, Manhaj, Nasehat · Tagged aqidah dan manhaj
Dalam perang Hudaibiyah kaum muslimin datang dengan penuh kerinduan ke Baitullah. Tetapi mereka bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dihalang-halangi oleh kaum musyrikin dari melaksanakan niat mereka itu. Sehingga ada unek-unek dalam hati para sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Maka Umar radiyallahu’anhu menemui Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam seraya bertanya, “Bukankah engkau benar-benar Nabi Allah Subhanahu wa Ta’ala?” Nabi Shallallahu’alaihi wasallam menjawab: “Benar”. Ia bertanya, “Bukankah kita berada di atas kebenaran dan musuh kita di atas kebatilan?” Beliau menjawab, “Benar”. Ia berkata: “Kalau begitu kenapa kita memberikan kehinaan kepada agama kita?” Baca entri selengkapnya »
Mei 21, 2008
· Disimpan dalam Aqidah, Hadist, Manhaj · Tagged aqidah dan manhaj
WASIAT RASULULLAH KEPADA ABU DARDA’
(Bagian Pertama)
Dari Abu Darda’ radhiyaallahu’anhu. ia berkata: Rasulullah shalallaahu’alahi wasalam. bersabda kepadaku dengan sembilan perkara: (1) Janganlah engkau menyekutukan Allah dengan sesuatu, meskipun engkau dipotong atau dibakar (2) Janganlah sekali-kali engkau meninggalkan shalat wajib yang lima waktu dengan sengaja, karena barangsiapa yang meninggalkan shalat secara sengaja akan lepas dari jaminan Allah…
(HR.Bukhari, Ahmad 5/238, Ibnu Majah no.4034, Thabrani)
Wasiat ini merupakan wasiat yang agung sebagai rahmat untuk sekalian alam yang menunjukkan sayangnya Rasulullah shalallaahu’alahi wasalam terhadap umatnya. Wasiat ini meskipun untuk Abu Darda’ akan tetapi pada hakekatnya untuk seluruh kaum muslimin. Karena Rasulullah shalallaahu’alahi wasalam diutus untuk seluruh manusia, sebagaimana firman Allah ta’aala:
“Dan tidaklah Kami utus engkau, melainkan sebagai rahmat untuk sekalian alam.” (Al-Anbiya’:107). Baca entri selengkapnya »
Mei 20, 2008
· Disimpan dalam Aqidah, Manhaj · Tagged artikel aqidah dan manhaj
Al-lajnah Ad-Daai’mah dalam fatwa no. 4513 tertanggal 4/11/1401H, berkata:
“Manusia itu diberi pilihan dan dimudahkan.”
- Adapun keadaan manusia diberi pilihan, karena ALLAH Ta’ala telah memberinya akal, pendengaran, penglihatan dan kehendak yang dengannya ia akan mengetahui yang baik dari yang jelek dan yang bermanfaat dari yang bermudharat. Manusia akan memilih yang sesuai baginya. Sehingga dengan itu pula terkait beban syariat berupa perintah dan larangan. Dia berhak mendapat balasan (pahala-pen) karena menta’ati ALLAH dan Rasul-Nya dan berhak disiksa karena bermaksiat kepada ALLAH dan Rasul-Nya. Baca entri selengkapnya »