Permusuhan Iblis Terhadap Anak Manusia

Permusuhan Iblis Terhadap Anak Manusia

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperingatkan manusia terhadap makar dan permusuhan Iblis atas mereka dalam banyak ayat di dalam Al-Qur’an. Di antaranya adalah, Allah ta’ala berfirman,

وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ {168} إِنَّمَا يَأْمُرُكُم بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَآءِ وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللهِ مَالاَتَعْلَمُونَ

“…dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syetan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan kepada Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 168-169)

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَآءِ

“Syetan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh

kamu berbuat kejahatan (kikir)…”(Q.S. Al-Baqarah: 26 8)

وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلاَلاً بَعِيدًا

“Dan syetan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisaa’: 60)

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَآءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللهِ وَعَنِ الصَّلاَةِ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُون

“Sesungguhnya syetan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al-Maidah: 91)

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُوا حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِير

ِ “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَابَنِي ءَادَمَ أَن لاَّتَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak

menyembah syetan? Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagi kamu.” (QS. Yaasin: 60(

Dan ayat-ayat lain yang senada masih banyak.

Pada pasal sebelumnya telah dijelaskan bahwa ketika Iblis dihinakan dan dilaknat oleh Allah karena pembangkangan dan ketakaburannya, ia bersumpah akan menyesatkan manusia dari jalan-Nya yang lurus. Ia akan mengerahkan segenap daya dan kemampuannya untuk merealisasikan makarnya tersebut. Dan Allah pun juga memberikan tangguh kepadanya, karena hikmah-Nya yang demikian tinggi; sebagai ujian bagi makhluk-Nya, agar nantinya diketahui siapa di antara mereka yang taat, dan siapa yang berbuat maksiat.

Iblis berkata, “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalangi-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at).” (QS. Al-A’raaf:16-17)

Artinya, karena Allah telah menghukumnya tersesat dan binasa, disebabkan Adam yang menjadi faktor penyebabnya, ia bersumpah akan menghalang-halangi anak keturunan Adam dari jalan kebenaran dan keselamatan. Ia akan menyesatkan mereka agar tidak beribadah kepada Allah dan mentauhidkan-Nya serta jauh dari jalan hidayah. Ia telah mencanangkan makar dan tipu dayanya, mengerahkan segenap kemampuan, usaha dan seluruh potensi yang ia miliki untuk mewujudkan sumpahnya itu. Ia selalu mengintai dan berusaha mencari celah serta pintu kelengahan manusia, dari berbagai arah dan tidak mengenal lelah:

-Ia mendatangi mereka dari arah depan, maksudnya membuat mereka ragu terhadap urusan-urusan akhirat, baik tentang akan adanya Hari Berbangkit, Surga dan Neraka.

-Ia juga akan mendatangi mereka dari arah belakang, maksudnya menjadikan mereka cinta urusan-urusan dunia, menghias-hiasinya dan menyeru mereka kepadanya, sehingga mereka lupa dan lebih mengutamakan dunia daripada akhirat.

-Ia juga mendatangi dari arah kanan mereka, yaitu dari pintu-pintu kebaikan mereka, membuat mereka lamban, tidak bersemangat dan kurang bergairah dalam mengerjakan amal ketaatan.

-Tak luput juga ia mendatangi dari arah kiri mereka, yaitu menghias-hiasi perbuatan buruk dan maksiat, lalu diseru dan diperintah untuk melakukannya.

-Tidak dikatakan dari arah atas, karena rahmat Allah turun dari atas mereka.

Demikianlah, berbagai arah dan sisi berusaha ia masuki, dan begitu juga berbagai macam cara dan strategi pun ia tempuh guna menyesatkan manusia dari jalan-Nya yang lurus. Ia dan bala tentaranya amat berambisi untuk menjadikan kebanyakan manusia tidak bersyukur dan menjadikan mereka sebagai teman-temannya di Neraka Jahannam. Ambisi dan persangkaan Iblis tersebut akhirnya menjadi kenyataan, banyak manusia yang mengikuti langkah-langkahnya. Sebagaimana firman Allah ta’ala,

وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُ فَاتَّبَعُوهُ إِلاَّفَرِيقًا مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ {20} وَمَاكَانَ لَهُ عَلَيْهِم مِّن سُلْطَانٍ إِلاَّ لِنَعْلَمَ مَن يُؤْمِنُ بِاْلأَخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِي شَكٍّ وَرَبُّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ حَفِيظٌ

“Dan sesungguhnya Iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman. Dan tidak adalah kekuasaan Iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Rabb-mu Maha Memelihara segala sesuatu.” (QS. Saba’: 20-21)

Bila satu cara tidak berhasil mereka lakukan, mereka akan menempuh cara-cara lain dan tidak akan pantang menyerah. Siang dan malam mereka mencari kesempatan untuk menyesatkan anak keturunan Adam. Permusuhan dan kebencian mereka akan terus berlanjut hingga tibanya Hari Kiamat. Berbagai cara dan strategi berhasil mereka kuasai, sehingga jarang -sedikit- diantara anak manusia yang bisa selamat dari tipu dayanya. Bayangkan saja, Iblis yang hidup semasa dengan Adam, kemudian diberi tangguh oleh Allah hingga Hari Kebangkitan untuk leluasa menggoda anak keturunan Adam, bukankah dengan demikian ia amat ahli, lihai dan berpengalaman untuk menggoda mereka, mengetahui jalan masuk dan keluarnya, dan mengetahui model serta macam senjata apa saja yang ampuh untuk menyesatkan dan menaklukkan mereka?

Bila saja ada manusia yang berumur panjang, seribu tahun misalnya, tentu ia akan menjadi orang yang paling banyak pengalamannya, lebih mengetahui tentang seluk beluk dan lika-liku kehidupan, dan paling mengenali tipe-tipe serta karakter manusia yang ada. Bagaimana lagi dengan Iblis yang telah diberi tangguh oleh Allah hingga Hari Kebangkitan?!

Perlu ditegaskan disini, bahwa Iblis adalah musuh bebuyutan kita, yang telah mengeluarkan bapak dan ibu kita dari Surga yang penuh kenikmatan, beralih ke dunia yang penuh ujian dan cobaan. Ia dan bala tentaranya telah bertekad untuk tidak membiarkan seorang pun, melainkan harus mengikuti jalan-jalan mereka, yaitu jalan yang menghantarkan ke Neraka. Oleh karena itu, sebagai insan yang beriman dan berakal, kita musti mengetahui apa saja langkah-langkah Iblis guna menyesatkan manusia dan menjadikan mereka sebagai teman-temannya di Neraka.

Adapun langkah-langkah Iblis untuk mewujudkan ambisinya tersebut, bisa diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Menjauhkan hamba dari ilmu dan iman, lalu melemparkannya kepada kekafiran.

2. Jika tidak mempan, ia merubah strategi dengan menjerumuskannya kepada perbuatan bid’ah yang lebih ia sukai daripada maksiat.

3. Jika cara ini gagal, ia mengajak untuk melakukan dosa-dosa besar.

4. Jika kandas juga, maka ia berpindah kepada dosa-dosa kecil.

5. Jika gagal menaklukkannya, ia membuatnya sibuk dengan amal perbuatan yang tidak penting untuk menghalanginya dari amal perbuatan yang penting.

6. Jika gagal pula, maka ia mengerahkan anak buahnya dari kalangan jin, manusia dan binatang untuk menyerang hamba tersebut, sampai para nabi sekali pun tak akan luput dari hal ini.

Oleh karena itu, agar kita selamat dari makar dan tipu daya musuh tersebut, hendaknya kita mengetahui jalan masuk dan keluarnya, bagaimana strategi memeranginya, dengan senjata apa memerangi, mengetahui obat dan penawar lukanya serta mengetahui dengan apa ia menggantungkan kekuatan untuk memerangi dan menghadang serangannya. Sedangkan usaha yang paling ampuh untuk menyelamatkan diri darinya adalah dengan keikhlasan dalam menjalankan ibadah kepada Allah. Sebagaimana yang dikatakan oleh Iblis sendiri,

رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِي لأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي اْلأَرْضِ وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ {39} إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

“Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku

akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka.” (QS. Al-Hijr: 39-40)

Hanya hamba-hamba Allah yang ikhlash dan tunduk patuh terhadap aturan-aturan-Nyalah yang akan selamat dari makar Iblis. Yaitu hamba yang mengetahui dengan sebenar-benarnya tentang hakikat kehidupannya di dunia ini serta mengenali tipu daya musuh-musuhnya.

Pelajaran yang bisa kita ambil:

1. Iblis adalah musuh sebenarnya bagi umat manusia, oleh karenanya jadikanlah ia sebagai musuh.

2. Hendaknya kita selalu waspada terhadap berbagai macam makar dan tipu daya Iblis. Sebab dunia ini bagaikan sebuah tempat yang penuh onak dan duri, penuh ujian dan cobaan, penjara bagi seorang mukmin, dan Surga bagi orang-orang kafir.

3. Hendaknya manusia selalu siap dan berbenah diri untuk menghadapi dan melawan musuhnya tersebut. Sebab ia juga telah siap siang dan malam mengintai dan mencari-cari kelengahan kita tanpa putus asa, dan tanpa kenal lelah.

4. Walau makar dan tipu daya Iblis sedemikian dahsyatnya, namun itu lemah dan tak ada apa-apanya bila dihadapkan dengan kekuasaannya Allah.

5. Satu-satunya jalan keselamatan ialah, menjadi hamba-hamba Allah yang mukhlis, yaitu hamba yang ikhlas memasrahkan seluruh ibadah, hidup dan matinya hanya kepada Allah semata.

Wallhu’alam

Dari Berbagai sumber

Ungkapkan pendapat Anda

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.