Arsip untuk Mei, 2008

Anggaplah Besar Dosamu

Anggaplah Besar Dosamu

Dalam perang Hudaibiyah kaum muslimin datang dengan penuh kerinduan ke Baitullah. Tetapi mereka bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dihalang-halangi oleh kaum musyrikin dari melaksanakan niat mereka itu. Sehingga ada unek-unek dalam hati para sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Maka Umar radiyallahu’anhu menemui Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam seraya bertanya, “Bukankah engkau benar-benar Nabi Allah Subhanahu wa Ta’ala?” Nabi Shallallahu’alaihi wasallam menjawab: “Benar”. Ia bertanya, “Bukankah kita berada di atas kebenaran dan musuh kita di atas kebatilan?” Beliau menjawab, “Benar”. Ia berkata: “Kalau begitu kenapa kita memberikan kehinaan kepada agama kita?” Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Khutbah Jumat di Mesjid Nabawi

Khutbah Jumat di Mesjid Nabawi

Disampaikan oleh : Syekh Dr. Husein Al-Syekh -Hafidzohullah-

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن نبينا محمدا عبده ورسوله، اللهم صلّ وسلّم وبارك عليه، وعلى آله وأصحابه.

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حقّ تقاته، ولا تموتنّ إلا وأنتم مسلمون.

يا أيها الناس اتقوا ربكم الذين خلقكم من نفس واحدة، وخلق منها زوجها وبثّ منهما رجالا كثيرا ونساء، واتقوا الله الذين تساءلون به والأرحام، إن الله كان عليكم رقيبا.

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا، يصلح لكم أعمالكم، ويغفر لكم ذنوبكم، ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما.

Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak memerintahkan sesuatu kecuali apa yang mengandung kebaikan, dan memberikan maslahat bagi hamba-Nya dalam hidup dan setelah mati, dari sini (diketahui bahwa) dosa dan maksiat adalah bahaya yang paling besar terhadap masyarakat dan negara, bahkan semua bencana didunia dan akhirat penyebabnya adalah perbuatan dosa dan hal-hal tercela, serta tindakan maksiat dan kejahatan-kejahatan. Betapa banyak nikmat yang telah terhapus oleh perbuatan dosa dan maksiat …, berapa banyak bencana terjadi …, dan betapa banyak kehinaan dan malapetaka yang menyelimuti … Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

WASIAT RASULULLAH KEPADA ABU DARDA’

WASIAT RASULULLAH KEPADA ABU DARDA’

(Bagian Pertama)

Dari Abu Darda’ radhiyaallahu’anhu. ia berkata: Rasulullah shalallaahu’alahi wasalam. bersabda kepadaku dengan sembilan perkara: (1) Janganlah engkau menyekutukan Allah dengan sesuatu, meskipun engkau dipotong atau dibakar (2) Janganlah sekali-kali engkau meninggalkan shalat wajib yang lima waktu dengan sengaja, karena barangsiapa yang meninggalkan shalat secara sengaja akan lepas dari jaminan Allah…

(HR.Bukhari, Ahmad 5/238, Ibnu Majah no.4034, Thabrani)

Wasiat ini merupakan wasiat yang agung sebagai rahmat untuk sekalian alam yang menunjukkan sayangnya Rasulullah shalallaahu’alahi wasalam terhadap umatnya. Wasiat ini meskipun untuk Abu Darda’ akan tetapi pada hakekatnya untuk seluruh kaum muslimin. Karena Rasulullah shalallaahu’alahi wasalam diutus untuk seluruh manusia, sebagaimana firman Allah ta’aala:

Dan tidaklah Kami utus engkau, melainkan sebagai rahmat untuk sekalian alam.” (Al-Anbiya’:107). Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

“Manusia itu diberi pilihan dan dimudahkan.”

Al-lajnah Ad-Daai’mah dalam fatwa no. 4513 tertanggal 4/11/1401H, berkata:

“Manusia itu diberi pilihan dan dimudahkan.”

- Adapun keadaan manusia diberi pilihan, karena ALLAH Ta’ala telah memberinya akal, pendengaran, penglihatan dan kehendak yang dengannya ia akan mengetahui yang baik dari yang jelek dan yang bermanfaat dari yang bermudharat. Manusia akan memilih yang sesuai baginya. Sehingga dengan itu pula terkait beban syariat berupa perintah dan larangan. Dia berhak mendapat balasan (pahala-pen) karena menta’ati ALLAH dan Rasul-Nya dan berhak disiksa karena bermaksiat kepada ALLAH dan Rasul-Nya. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Lihatlah kepada Orang yang Lebih Rendah dari Kalian !

Ustadz Abdul Mu’thi Al-Maidani

Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah dalam Kitab Al-Jami’, Bab Adab dari Bulughul Maram :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kalian dan janganlah kalian melihat kepada orang yang lebih tinggi dari kalian, karena yang demikian itu lebih pantas agar kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah Ta’ala yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (Muttafaq ‘alaih) Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Kekayaan dan Kemiskinan Hakiki

Penulis : Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Jabbar

Harta benda merupakan bagian dari rizki yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala atas setiap hamba. Sebagian dilebihkan atas sebagian yang lain. Sehingga muncullah sebutan kaya dan miskin. Akan tetapi, siapakah sebenarnya orang yang disebut kaya atau miskin? Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Pengertian Iman Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Pengertian Iman Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin-rahimahullah-

Pengertian Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah ; ikrar dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota badan. Jadi, Iman itu mencakup tiga hal :

  1. Ikrar dengan hati.
  2. Pengucapan dengan lisan.
  3. Pengamalan dengan anggota badan

Jika keadaannya demikian, maka iman itu akan bisa bertambah atau bisa saja berkurang. Lagi pula nilai ikrar itu tidak selalu sama. Ikrar atau pernyataan karena memperoleh satu berita, tidak sama dengan jika langsung melihat persoalan dengan kepala mata sendiri. Pernyataan karena memperoleh berita dari satu orang tentu berbeda dari pernyataan dengan memperoleh berita dari dua orang. Demikian seterusnya. Oleh karena itu, Ibrahim ‘Alaihis Sallam pernah berkata seperti yang dicantumkan oleh Allah dalam Al-Qur’an.

“Ya Rabbku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang yang mati. Allah berfirman : ‘Apakah kamu belum percaya’. Ibrahim menjawab : ‘Saya telah percaya, akan tetapi agar bertambah tetap hati saya”. (Al-Baqarah : 260)

Iman akan bertambah tergantung pada pengikraran hati, ketenangan dan kemantapannya. Manusia akan mendapatkan hal itu dari dirinya sendiri, maka ketika menghadiri majlis dzikir dan mendengarkan nasehat didalamnya, disebutkan pula perihal surga dan neraka ; maka imannya akan bertambah sehingga seakan-akan ia menyaksikannya dengan mata kepala. Namun ketika ia lengah dan meninggalkan majlis itu, maka bisa jadi keyakinan dalam hatinya akan berkurang. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Permusuhan Iblis Terhadap Anak Manusia

Permusuhan Iblis Terhadap Anak Manusia

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperingatkan manusia terhadap makar dan permusuhan Iblis atas mereka dalam banyak ayat di dalam Al-Qur’an. Di antaranya adalah, Allah ta’ala berfirman,

وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ {168} إِنَّمَا يَأْمُرُكُم بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَآءِ وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللهِ مَالاَتَعْلَمُونَ

“…dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syetan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan kepada Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 168-169)

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَآءِ

“Syetan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh

kamu berbuat kejahatan (kikir)…”(Q.S. Al-Baqarah: 268)

وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلاَلاً بَعِيدًا

“Dan syetan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisaa’: 60)

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَآءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللهِ وَعَنِ الصَّلاَةِ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُون

“Sesungguhnya syetan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al-Maidah: 91)

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُوا حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِير

ِ “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَابَنِي ءَادَمَ أَن لاَّتَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak

menyembah syetan? Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagi kamu.” (QS. Yaasin: 60(

Dan ayat-ayat lain yang senada masih banyak. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Awal Mula Penciptaan Manusia

Awal Mula Penciptaan Manusia

Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala hendak menciptakan bapak moyang manusia, Adam ‘alaihis salam, Dia berfirman kepada para malaikat,

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلُُ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada para Malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Rabb berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 30)

Pertanyaan para Malaikat dalam ayat di atas hanyalah ingin mencari tahu dan meminta kejelasan tentang hikmah penciptaan manusia tersebut. Dan pertanyaan itu tidaklah dimaksudkan untuk menentang Allah atau pun karena hasad (dengki) terhadap anak keturunan Adam. Mereka mengatakan, “Wahai Rabb kami, apa hikmah diciptakannya manusia, padahal diantara mereka terdapat orang-orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di muka bumi? Kalau yang Engkau kehendaki adalah agar supaya mereka beribadah kepada-Mu, bukankah kami senantiasa bertasbih dengan memuji- Mu dan mensucikan diri-Mu? Lagi pula sifat-sifat (buruk) tersebut tidak ada pada kami, lantas mengapa Engkau tidak mencukupkannya saja kepada kami?” Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Sutra Ungu

Inilah Buku yang Menyajikan bagaimana tahapan pernikahan dilakukan dan bagaimana menjalankan hubungan suami istri yang sesuai dengan sunnah, agar terjadi keharmonisan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah.

cocok bagi calon suami dan istri atau bagi yang menikah bahkan yang sudah menikahpun masih perlu membaca buku ini.

harga bukui ini, HARD COVER (HC) = Rp. 50.000 dan

SOFT COVER (SC) = Rp. 30.000, belum termasuk ongkos kirim.

Anda berminat Hubungi Hp. 08156734495

Komentar bertahan »