Arsip untuk Agustus 29, 2007

Hadits Dhaif Seputar Ramadhan

Telah menjadi tradisi Umat Islam dinegeri Ini, jika Ramadhan tiba maka para Ustadz dan penceramah, mubaligh dan sebagainya berkeliling daerah untuk menyampaikan Pidato-pidato menyemangati kaum muslim dibulan Ramadhan. Namun, Semangat itu tak dibarengi dengan ilmu pengetahuan, sehingga kebanyakan Ustadz-ustadz tersebut menyampaikan hadits-hadits tanpa penyeleksian apakah hadits tersebut shahih atau Dhaif atau bahkan Maudhu’. Karenanya kami menganggap perlu menyampaikan Hadits-hadits Dhaif / Maudhu’ yang sering digunakan Ustadz-ustadz dinegeri ini.

Pertama: “Permulaan bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan dan terakhirnya adalah pembebasan dari (siksa) naraka” (Hadits Munkar)
(Lihat, Kitab adhDhu`afa, oleh al’Uqailiy, 2/162; al-Kamil Fi Dhu’afa ar-Rijal, oleh Ibnu `Adiy, 1/165; Ilal alHadits, oleh Ibnu Abi Hatim, 1/246; Silsilah alAhadits adhDha’ifah wa alMaudhu`ah, oleh alAlbaniy, 2/262; 4/70) Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Tafsir Al-Quran Surat Al Baqarah

Alif laam miim (1)

Kitab (al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.(2)
(QS. Al-Baqarah : 1-2)

Mukaddimah

Terdapat hadits yang shahih mengenai keutamaan surat Al-Baqarah diantaranya; sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam :

“Bacalah surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya mengambilnya (untuk dibaca dan diamalkan) adalah mengandung keberkahan dan meninggalkannya adalah penyesalan sedangkan para penyihir tak mampu melawannya”.

Begitu juga diriwayatkan oleh Imam At-Turmuzi bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

“Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya syaithan lari/kabur dari rumah yang didalamnya dibacakan surat Al-Baqarah”.

Syarah/Keterangan

alif laam miim.
Ia merupakan huruf-huruf “Muqaththa’at”. Surat-Surat yang dibuka dengan huruf-huruf muqaththa’at berjumlah 29 surat yang diawali (keberadaannya) pada surat al-Baqarah ini dan diakhiri pada surat al-Qalam. Penafsirannya tidak satupun diantaranya yang tsabit (secara shahih berasal) dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam dan menjadikannya sebagai sesuatu yang mutasyabih (lawan muhkamat) yang hanya Allah Yang Mengetahui dengan ilmuNya adalah lebih dekat kepada kebenaran, karenanya dikatakan : Hanya Allah lah yang mengetahui maksudnya.

Dalam kaitannya dengan ini, diriwayatkan dari Abu Bakar dan Ali –radhiallahu ‘anhuma- begitu juga dari ‘Amir asy-Sya’bi dan Sufyan ats-Tsauri, mereka semua berkata : “Huruf-Huruf muqaththa’at adalah rahasia Allah dalam Al-Quran dan dalam setiap kitabNya terdapat rahasiaNya. Huruf-Huruf tersebut adalah termasuk ayat mutasyabih yang hanya Dia lah yang mengetahuinya. Oleh karena itu, tidak selayaknya kita membicarakan apa yang ada didalamnya tetapi kita harus mengimaninya”.

Sebagian Ahlul ‘ilm mengeluarkan dua faedah (dari makna yang tersembunyi) : Pertama, bahwa ketika orang-orang Musyrikun melarang (kaumnya) mendengar Al-Quran karena takut hal itu bisa berpengaruh terhadap jiwa orang-orang yang mendengarnya, maka yang diucapkan pertama kali (kepada mereka) adalah huruf-huruf tersebut, dan ini bagi mereka adalah ucapan yang masih asing yang dapat mengalihkan mereka untuk mendengar Al-Quran sehingga (tatkala) mereka mendengarnya, mereka terpengaruh, terkesima lantas beriman dan mendengarnya, dan hal ini sudah cukup sebagai faedah yang dapat diambil.

Kedua, tatkala orang-orang Musyrikun mengingkari Al-Quran sebagai Kalamullah yang diwahyukan kepada RasulNya, Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam, maka huruf-huruf ini menjadi tantangan (serius) bagi mereka seakan-akan ia (huruf-huruf tersebut) berkata kepada mereka : “Sesungguhnya Al-Quran ini tersusun dari huruf-huruf seperti ini, maka susunlah/karanglah oleh kalian sepertinya”. Makna dari faedah kedua ini biasanya disaksikan (dibenarkan) oleh penyebutan lafaz Al-Quran setelahnya.

Makna ayat secara keseluruhan

Allah Ta’ala memberitahukan bahwa Al-Quran yang diturunkanNya kepada hamba dan RasulNya adalah merupakan kitab yang sangat besar dan agung yang sama sekali tidak mengandung keraguan dan dugaan bahwa ia adalah bukan wahyu Allah dan kitabNya. Hal itu disebabkan ia adalah sebagai mukjizat, disamping petunjuk dan cahaya yang dibawanya bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa hal mana dengan keduanya (iman dan taqwa) dapat mengantarkan mereka kepada jalan-jalan kedamaian, kebahagiaan dan kesempurnaan.

Petunjuk ayat

Diantara petunjuk ayat diatas adalah :

Agar memperkuat iman kepada Allah Ta’ala, kitabNya dan RasulNya serta ajakan agar mencari hidayah melalui Al-Quran Al-Karim.

Menjelaskan keutamaan taqwa dan orang-orang yang bertaqwa.

Komentar bertahan »

Pengenalan Ilmu Tajwid

Allah Ta’ala berfirman :
“Maka bacalah Al-Qur’an dengan tartil (yang sebaik-baiknya).”

(QS. Al-Muzammil : 4)

Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam bersabda :
Bacalah olehmu Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat/pertolongan ahli-ahli Al-Qur’an (yang membaca dan mengamalkannya).” (HR. Muslim)

 

Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam bersabda :
“Orang yang paling baik di antara kamu ialah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.” (HR. Bukhori)

 

Insyaallah bersambung ……………………

Komentar bertahan »

Hindari Anemia Jadikan Anak Lebih Berprestasi

Apakah anak Anda tampak cepat lelah dan mudah mengantuk? Bila ya, maka tak ada salahnya segera periksakan dia ke dokter. Jangan-jangan anak Anda telah menderita anemia atau yang oleh masyarakat umum biasa disebut penyakit kurang darah. Sebab, anemia pada anak bisa berdampak pada konsentrasi dan daya tangkapnya yang menurun. Akibatnya, sudah tentu akan berpengaruh pula pada prestasi belajar si anak.

Kewaspadaan kita terhadap anemia pada anak bukan tanpa alasan. Data menunjukkan bahwa penderita anemia di kalangan anak-anak tergolong tinggi. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2004, jumlah penderita anemia pada anak usia 5-11 tahun mencapai 24 persen. Angka ini cukup menurun drastis bila dibandingkan hasil survei yang sama pada tahun 2001 yakni 47 persen anak-anak usia balita menderita anemia. Kita yang memiliki perhatian terhadap anak tentunya tak ingin anak-anak kita menderita anemia. Apalagi penyakit tersebut dapat menggerogoti tingkat kecerdasan dan kemampuan belajar anak kita. Maka tak ada salahnya kita mengetahui penyakit ini sejak dini. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Berilah kepastian, Ditolak atau diteri …….!!!

Fenomena yang sering terjadi dikalangan ikhwan dan akhwat yang sedang mempersiapkan diri ke gerbang pernikahan biasanya akan melalui “fase ta’aruf”. Suatu usaha atau ikhtiar untuk mengetahui hakikat calon pasangan kita. Bagaimana sifat dan karakternya, keluarganya, gaya hidupnya, dan seabreg-abreg “rahasia si dia” yang ingin kita ketahui dengan detail dalam ta’aruf adalah di bolehkan dalam islam. Agar mantap sebelum terjadi pinangan/lamaran. Sayangnya, sering terjadi dari pihak wanita kurang jeli dalam memanfaatkan moment ini, banyak diantara mereka yang melihat beberapa nilai plus dari calonnya langsung mengatakan “iya”, terburu-buru menjatuhkan pilihan. Dengan alasan bahwa lamaran bisa di batalkan atau dengan kata lain mudah dibatalkan maka ketika ditengah perjalanan sering kita temui “korban-korban” berjatuhan, baik dari pihak wanita maupun laki-lakinya. Banyak di pihak lelaki kecewa atau juga mungkin dari pihak laki-laki yang menarik pinangannya sehingga pihak wanita juga kecewa. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »